Selasa, 30 November 2010

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL YANG BERMORAL

Sepanjang hidupnya manusia tidak pernah lepas dari kebutuhan. Seiring kehidupannya yang terus berjalan, kebutuhan manusia pun semakin bertambah. Dalam usahanya memenuhi kebutuhan hidup manusia dihadapkan pada dua sifat, yaitu sebagai makhluk ekonomi dan makhluk sosial yang dalam segala tindakannya selalu didasarkan pada motif dan prinsip tertentu.
1. Manusia sebagai Makhluk Sosial
Hampir dalam segala hal kamu memerlukan orang lain. Ketika ingin bermain saat istirahat sekolah, kamu butuh teman. Bahkan ketika hanya ingin jajan di kantin, kamu juga sering harus mengajak temanmu. Demikian juga ketika kamu belajar bersama atau kerja kelompok. Itu semua membuktikan bahwa dalam lingkup kecil yaitu kehidupan sekolah saja, kamu membutuhkan orang lain (temantemanmu). Bagaimana dengan lingkup yang lebih luas? Dari mana pakaian yang kamu kenakan? Dibuat orang lain, bukan? Dari mana buku pelajaran yang kamu gunakan untuk belajar? Juga dari orang lain. Karena pada dasarnya selalu membutuhkan dan bahkan tidak bisa terlepas dari orang lain, manusia disebut makhluk sosial (homo socius).


2. Manusia sebagai Makhluk Ekonomi
Seberapa sering kamu mendengar istilah homo economicus? Atau, barangkali istilah ini asing bagimu? Ilustrasi berikut ini akan menjelaskan maksud istilah tersebut. Suatu saat ibu hanya memberimu uang jajan sebesar Rp3.000,00, dan dengan uang itu kamu hanya dapat membeli bakso. Namun ketika uang jajanmu ditambah menjadi Rp5.000,00, kamu tidak hanya puas dengan jajan bakso, tetapi juga ingin minum teh botol. Begitu juga ketika uang jajanmu dinaikkan lagi menjadi Rp10.000,00, selain jajan bakso dan the botol, mungkin pada saat yang sama kamu juga ingin membeli roti. Artinya, keinginanmu terus bertambah seiring dengan ditambahnya jumlah uang jajan. Makin uang jajan ditambah, makin banyak pula keinginanmu akan jajanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar