Senin, 20 Desember 2010

LEMAHNYA HUKUM INDONESIA

Salah satu contoh kasus Gayus Tambunan yang saat ini tidak jelas,
 Keluarnya Gayus Tambunan dari tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok pada beberapa waktu lalu akibat lemahnya pengawasan di internal Polri.
“Masalah Gayus ini bukan persoalan kecil lagi, sehingga penanganannya harus dilakukan secara ekstra ketat,
Sebenarnya aparat penegak hukum di Indonesia harus lebih ketat, apalagi mereka dipercaya untuk mengawal seseorang yang sudah dinyatakan tersangka dan ditahan di kepolisian atau kejaksaan. “Bagaimana seorang Gayus bisa keluar dari tahanan dan pergi ke Bali, hanya untuk menonton pertandingan tenis, ini akibat pengawasan yang lemah, sementara Gayus sendiri tidak punya keterkaitan dengan pertandingan itu,
Informasi yang didengar, keluarnya Gayus dari tahanan Kelapa dua itu juga menghabiskan dana mencapai Rp300 juta, sehingga hal itu menandakan ada jaringan yang kuat supaya tersangka bisa bebas berkeliaran di luar ruang tahanan.

Saya berharap kasua Gayus Tambunan di selesaikan secara cepat,jika tidak,saya yakin akan ada Gayus-Gayus  baru.

Sumber:  www.indonesiaheadlines.com

PERKEMBANGAN PENDUDUK

JUMLAH penduduk DKI Jakarta terus bertambah sepanjang tahun 1961-2000. Pada tahun 1961, jumlah penduduk DKI Jakarta baru mencapai 2,91 juta jiwa. Kemudian pada tahun 1971 menjadi 4,55 juta jiwa, tahun 1980 menjadi 6,48 juta jiwa, tahun 1990 bertambah lagi menjadi 8,23 juta jiwa dan akhir tahun 2000 diperkirakan mencapai 9,72 juta jiwa. Diharapkan melalui Sensus Penduduk tahun 2000 ini jumlah penduduk hasil proyeksi dapat dikoreksi secara lebih akurat.

KOTAMADYASP 1961SP 1971SP 1980SP 1990SP 2000
Jakarta Pusat1,002.101,260.301,236.901,074.80948.20
Jakarta Utara469.80612.40976.401,362.901,697.00
Jakarta Barat469.50820.801,231.201,815.302,389.90
Jakarta Selatan466.401,050.901,579.801,905.002,090.30
Jakarta Timur498.70802.101,456.702,064.502,595.00
DKI Jakarta2,906.504,546.506,481.008,222.509,720.40
KAB+KODYA




Bogor1,257.801,597.202,493.903,736.205,423.30
Tangerang817.201,025.701,529.102,765.004,594.20
Bekasi669.70803.001,143.602,104.403,570.60
BOTABEK2,744.703,425.905,166.608,605.6013,588.10
JABOTABEK5,651.207,972.4011,647.6016,828.1023,308.50

      Tingginya pergerakan penduduk dari DKI Jakarta ke wilayah Bogor, Tangerang dan Bekasi (BOTABEK) telah membawa konsekuensi tersendiri terhadap laju pertumbuhan penduduk di wilayah tersebut. Jika pada tahun 1961 jumlah penduduknya hanya mencapai 2,74 juta jiwa, maka pada tahun 2000 diperkirakan mencapai 13,59 juta jiwa. Pada tahun 1961 hingga 1971, jumlah penduduk Jakarta Pusat merupakan yang tertinggi dibandingkan kotamadya lainnya. Namun setelah tahun 1980 berangsur-angsur penduduk Jakarta Pusat mengalami penurunan, bahkan pada tahun 1990 hingga tahun 2000 penduduk di wilayah ini merupakan yang terkecil dibandingkan wilayah lainnya. Walaupun penduduk DKI Jakarta terus mengalami peningkatan, namun demikian laju pertumbuhan penduduk sepanjang kurun waktu 1961-2000 terus mengalami penurunan.
 
Sumber:www.jakarta.go.id

Selasa, 30 November 2010

PENGHAMBAT PRESRASI PERSEPAKBOLAAN INDONESIA

1. Dana : "Idealnya 5% dari APBN."



Ya, dana. Masalah klasik yang sudah sering kita dengar memang akar dari buruknya prestasi timnas kita di kancah internasional. Anggaran untuk olahraga di Indonesia masih dibawah 5%! Tanpa dana yang mencukupi, timnas kita tidak bisa berlatih secara maksimal. Kurangnya dana akan secara otomatis mengurangi kualitas sarana penunjang latihan seperti lapangan, fasilitas fitnes, dan klinik kesehatan khusus sepak bola.


2. Profesionalisme : "Profesionalisme adalah faktor utama untuk menjadi seorang juara."



Di English Premier League, pemain bintang seperti Steven Gerrard adalah sosok yang patut dicontoh oleh pemain sepak bola Indonesia karena jiwa profesionalismenya yang tinggi. Menghargai keputusan wasit, cepat bangun setelah jatuh di-slide tackle lawan, dan menjunjung tinggi FAIR PLAY. Dari situlah jiwa pemenang akan muncul dan mendorong semangat juang kita.



3. Gizi : "You are what you eat."



Apapun yang kau makan, akan menentukan seberapa hebat kemampuan fisikmu di masa depan. Sebenarnya, diet empat sehat lima sempurna di Indonesia adalah diet yang bergizi tinggi dan seimbang.

4. Persepsi Masyarakat : "Sepak Bola tidak menjanjikan?"



Di tengah kondisi ekonomi sebagian besar rakyat Indonesia yang masih kurang stabil, para orang tua pasti menginginkan anak-anak mereka memiliki profesi yang bergaji tinggi. Nah, pemikiran klasik rakyat kita, profesi yang bergaji tinggi adalah insinyur, pegawai bank, atau dokter. Pesepakbola masih termasuk profesi bergaji rendah di Indonesia. Oleh sebab itu, para orang tua lebih cenderung menyuruh anaknya belajar berjam-jam lamanya di bimbel untuk bisa masuk ke universitas daripada membiarkan mereka berlatih sepak bola di ekskul sekolah maupun Sekolah Sepak Bola. Padahal, gaji Cristiano Ronaldo dalam seminggu bisa melebihi gaji insinyur perminyakan yang bekerja dalam beberapa bulan!
5. Sistem Pendidikan : "Tujuan pendidikan bukanlah mencetak manusia super-jenius, tetapi mencetak manusia-manusia yang ahli dibidangnya."



Bagi agan-agan yang pernah mengenyam pendidikan 9 tahun di Indonesia, pasti pernah merasakan betapa kejamnya pelajaran-pelajaran yang diberikan di sekolah. Segudang rumus harus kita hafalkan. Mau tak mau, kita sebagai pelajar harus rela mengurangi waktu luang kita untuk menghafal rumus-rumus yang entah 10 tahun lagi masih kita ingat atau tidak. Tujuannya memang baik, untuk mencerdaskan bangsa, tetapi pada kenyataannya, sistem pendidikan seperti ini hanya memaksa siswa-siswi kita untuk belajar keras demi lulus Ujian Nasional daripada meluangkan waktu untuk mengembangkan bakat-bakat terpendam yang mereka miliki; khususnya sepak bola. Tak heran jika pemain berbakat sekelas Beckham tak kunjung muncul di Indonesia.8. Kerjasama : "Sepakbola bukanlah olahraga yang bisa dimenangkan oleh satu orang."

Mungkin, Indonesia sepertinya secara karakter tidak begitu cocok dengan hal-hal atau kegiatan yang bersifat KELOMPOK yang membutuhkan koordinasi level tinggi.



Ada pembanding, misalnya di kegiatan/aktifitas yang sifatnya INDIVIDUAL, di olah raga, para atlit kita yang bermain diwilayah INDIVDUAL sangat-sangat bisa berprestasi bahkan hingga ke Level Juara Dunia-Juara Olimpiade !

Dibidang lain juga demikian, prestasi INDIVIDUAL manusia Indonesia banyak yang hebat-hebat, namun ketika dilebur kedalam sebuah tim, prestasi tersebut anjlok. Artinya KERJASAMA tidak terlalu cocok dengan karakter kita orang Indonesia.

Sifat dan karakter ke-Indonesiaan kita lebih ke INDIVIDUAL-cenderung egois, mau menang sendiri, mau menonjol sendiri, sehingga lebih cocok ke olah raga individual, sejarah sudah memberi kita contoh nyata, berikut nama -nama atlit kita yg berprestase sangat menonjol di level individual :

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL YANG BERMORAL

Sepanjang hidupnya manusia tidak pernah lepas dari kebutuhan. Seiring kehidupannya yang terus berjalan, kebutuhan manusia pun semakin bertambah. Dalam usahanya memenuhi kebutuhan hidup manusia dihadapkan pada dua sifat, yaitu sebagai makhluk ekonomi dan makhluk sosial yang dalam segala tindakannya selalu didasarkan pada motif dan prinsip tertentu.
1. Manusia sebagai Makhluk Sosial
Hampir dalam segala hal kamu memerlukan orang lain. Ketika ingin bermain saat istirahat sekolah, kamu butuh teman. Bahkan ketika hanya ingin jajan di kantin, kamu juga sering harus mengajak temanmu. Demikian juga ketika kamu belajar bersama atau kerja kelompok. Itu semua membuktikan bahwa dalam lingkup kecil yaitu kehidupan sekolah saja, kamu membutuhkan orang lain (temantemanmu). Bagaimana dengan lingkup yang lebih luas? Dari mana pakaian yang kamu kenakan? Dibuat orang lain, bukan? Dari mana buku pelajaran yang kamu gunakan untuk belajar? Juga dari orang lain. Karena pada dasarnya selalu membutuhkan dan bahkan tidak bisa terlepas dari orang lain, manusia disebut makhluk sosial (homo socius).


2. Manusia sebagai Makhluk Ekonomi
Seberapa sering kamu mendengar istilah homo economicus? Atau, barangkali istilah ini asing bagimu? Ilustrasi berikut ini akan menjelaskan maksud istilah tersebut. Suatu saat ibu hanya memberimu uang jajan sebesar Rp3.000,00, dan dengan uang itu kamu hanya dapat membeli bakso. Namun ketika uang jajanmu ditambah menjadi Rp5.000,00, kamu tidak hanya puas dengan jajan bakso, tetapi juga ingin minum teh botol. Begitu juga ketika uang jajanmu dinaikkan lagi menjadi Rp10.000,00, selain jajan bakso dan the botol, mungkin pada saat yang sama kamu juga ingin membeli roti. Artinya, keinginanmu terus bertambah seiring dengan ditambahnya jumlah uang jajan. Makin uang jajan ditambah, makin banyak pula keinginanmu akan jajanan.

PERKEMBANGAN EKONOMI INDONESIA

 PERKEMBANGAN EKONOMI INDONESIA
Krisis nilai tukar telah menurunkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Nilai tukar rupiah yang merosot tajam sejak bulan Juli 1997 menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam triwulan ketiga dan triwulan keempat menurun menjadi 2,45 persen dan 1,37 persen. Pada triwulan pertama dan triwulan kedua tahun 1997 tercatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8,46 persen dan 6,77 persen. Pada triwulan I tahun 1998 tercatat pertumbuhan negatif sebesar -6,21 persen.
Merosotnya pertumbuhan ekonomi tidak dapat dilepaskan dari masalah kondisi usaha sektor swasta yang makin melambat kinerjanya. Kelambatan ini terjadi antara lain karena sulitnya memperoleh bahan baku impor yang terkait dengan tidak diterimanya LC Indonesia dan beban pembayaran hutang luar negeri yang semakin membengkak sejalan dengan melemahnya rupiah serta semakin tingginya tingkat bunga bank. Kerusuhan yang melanda beberapa kota dalam bulan Mei 1998 diperkirakan akan semakin melambatkan kinerja swasta yang pada giliran selanjutnya menurunkan lebih lanjut pertumbuhan ekonomi, khususnya pada triwulan kedua tahun 1998.
Sementara itu perkembangan ekspor pada bulan Maret 1998 menunjukkan pertumbuhan ekspor nonmigas yang menggembirakan yaitu sekitar 16 persen. Laju pertumbuhan ini dicapai berkat harga komoditi ekspor yang makin kompetitif dengan merosotnya nilai rupiah. Peningkatan ini turut menyebabkan surplus perdagangan melonjak menjadi 1,97 miliar dollar AS dibandingkan dengan 206,1 juta dollar AS pada bulan Maret tahun 1997. Impor yang menurun tajam merupakan faktor lain terciptanya surplus tersebut. Impor pada bulan Maret 1998 turun sebesar 38 persen sejalan dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi.

13.TANGGUNG JAWAB SOSIAL SUATU BISNIS

Benturan dengan kepentingan masyarakat

Proses produksi seringkali menyebabkan benturan kepentingan ( masyarakat dengan perusahaan ) . Terjadi pada berbagai tingkat perusahaan ( besar , menengah , maupun kecil ) . Benturan ini kerap kali terjadi karena perusahaan menimbulkan polusi ( udara , air , limbah , suara bahkan mental kejiwaan ) .

Klasifikasi aspek pendorong tanggung jawab sosial

Faktor pendorong dilaksanakannya etika bisnis :

  1. Dorongan dari pihak luar, dari lingkungan masyarakat seringkali menghadapi kendala berupa adanya biaya tambahan yang kadang cukup besar bagi perusahaan dan diperhitungkan biaya tambahan untung rugi usaha.
  2. Dorongan dari dalam bisnis itu sendiri, sisi humanisme pebisnis yang melibatkan rasa , karsa , dan karya yang ikut mendorong diciptakannya etika bisnis yang baik dan jujur.
Dorongan tanggung jawab sosial

Manfaat penerapan manajemen orientasi kemanusiaan

Penerapan manajemen orietasi kemanusiaan alkan menimbulkan hubungan yang serasi , selaras dan seimbang diantara para petugas atau karyawan dalam perusahaan tersebut maupun antara perusahaan dengan pihak lain diluar perusahaan.

Adapun secara rinci manfaat tersebut berupa sebagai berikut :
  • Moral kerja karyawan akan meningkat dan kemudian akan mendorong semangat kerja sehingga produktivitas kerjapun akan meningkat pula.
  • Partisipasi bawahan akan muncul dan menimbulkan rasa memiliki dari para bawahan sehingga akan tercipta manajemen partisipatif.
  • Hubungan kerja yang baik dan menyenangkan akan membawa kenyamanan kerja sehingga absensi karyawan akan berkurang.
  • Rasa percaya diri dari para karyawan juga akan terbentuk dan hal ini akan mempertinggi mutu / kwalitas produksi.
  • Kepercayaan masyarakat dan konsumen akan meningkat dan hal ini merupakan modal dasar bagi perkembangan selanjutnya dari perusahaan yang bersangkutan. Kepercayaan konsumen dicerminkan dalam bentuk ” Brand loyalty” atau dengan istilah lain perusahaan tersebut memperoleh “ patronage motive ” dari para pembelinya , yaitu nama baik yang diberikan oleh konsumen kepada produsen.
Etika bisnis

Etika bisnis merupakan tanggung jawab social suatu bisnis yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri. Bisnis selalu berhubungan dengan masalah - masalah etis dalam melakukan kegiatannya sehari - hari. Hal ini dapat dipandang sebagai etika pergaulan bisnis. Seperti halnya manusia yang memiliki etika pergaulan antar manusia , maka pergaulan bisnis dengan masyarakat umum juga memiliki etika pergaulan yaitu etika pergaulan bisnis. Kalau dalam pergaulan antar manusia akan terjadi pergaulan atau hubungan antara anak dengan orang tua , antara murid dengan gurunya , antara mahasiswa dengan dosennya , antara seseorang dengan tetangganya dan anatara pemakai jalan yang satu dengan yang lainnya dan masih banyak lagi yang lainnya. Etika pergaulan bisnis dapat meliputi beberapa hal antara lain :


Hubungan antara bisnis dengan konsumen

Hubungan antara bisnis dengan konsumen merupakan hubungan yang paling banyak dilakukaan , oleh karena itu bisnis haruslah menjaga etrika pergaulannya secara baik dalam hal ini.

Adapun pergaulan dengan konsumen misalnya :

  • Kemasan yang berbeda-beda membuat konsumen sulit untuk membandingkan harga terhadap produknya.
  • Kemasan membuat konsumen tidak dapat mengetahui isi didalamnya, sehingga produsen perlu menjelaskan isi dan kandungan yang terdapat di dalam produk itu
  • Promosi terutama iklan merupakan gangguan etis yang paling utama
  • Pemberian servis dan garansi adalah merupakan tindakan yang sangat etis bagi suatu bisnis
Hubungan dengan karyawan

Manajer yang pada umumnya selalu berpandangan memajukan bisnisnya sering kali berurusan denga etika pergaulan dengan karyawannya. Pergaulan bisnis dengan karyawan ini meliputi beberapa hal yaitu meliputi Penarikan ( recruitment ) , Latihan (training) , Promosi atau kenaikan pangkat , transfer, demosi (penurunan pangkat) ataupun lay-off atau pemecatan / PHK ( pemutusan Hubungan Kerja ) .

Hubungan antar bisnis

Hubungan ini merupakan hubungan antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain. Hal ini bias terjadi hubungan antara perusahaan dengan pesaingnya, dengan penyaluranya , dengan grosirnya , dengan pengecernya , agen tunggalnya maupun distributornya.

Hubungan dengan investor

Perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas dan yang terutama yang akan dan telah “go public” harus menjaga pemberian informasi yang jujur, karena informasi yang tidak jujur akan menjerumuskan para infestor untuk mengambil keputusan investasi yang keliru. Oleh karena itu masyarakat yang calon pemodal yang ingin membeli saham haruslah diberi informasi secara lengkap dan benar. Jangan sampai terjadi adanya manipulasi terhadap informasi. Dalam hal ini peranan pemerintah serta perusahaan penjamin emisi ( pialang ) adalah sangat penting dalam hal memberikan informasi serta prospectus dari perusahaan yang menjual saham di pasar bursa saham.

Tangan pemerintah yang bergerak dalam bidang ini adalah BAPEPAM ( Badan Pelaksana Pasar Modal ) . BAPEPAM merupakan badan yang berada langsung di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan yang bertugas untuk :
  • Mengadakan penilaian terhadap perusahaan yang akan menjual sahamnya melalui pasar modal
  • Menyelenggarakan bursa pasar modal secara efektif dan efisien, serta menyusun dan mengumumkan perkembangan kurs efek-efek di pasar bursa
  • Membantu perkembangan perusahaan-perusahaan yang go public tersebut

Hubungan dengan lembaga - lembaga keuangan

Hubungan dengan lembaga keuangan terutama Jawatan Pajak pada umumnya hubungan pergaulan yang bersifat finansial. Hubungan ini merupakan hubungan yang berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan yang berupa neraca dan laporan laba rugi. Laporan finansial tersebut haruslah disusun secara baik dan benar sehingga tidak terjadi kecenderungan kearah penggelapan pajak misalnya. Keadaan tersebut merupakan etika pergaulan yang tidak baik tentunya.

Bentuk - bentuk tanggung jawab sosial suatu bisnis

  • Pelaksanaan Hubungan Industri Pancasila ( HIP )
Banyak pengusaha yang telah menyusun dan melaksanakan hubungan industri Pancasila ini dalam bentuk yang sering dikenal sebagai Kesempatan Kerja Bersama (KKB). KKB merupakan sebuah pedoman tentang hubungan antara pengusaha dengan para pekerja atau karyawan perusahaan yang biasanya dituangkan dalam sebuah buku.
  • Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ( AMDAL )
Banyak pengusaha yang pada saat ini telah melaksanakan AMDAL dalam melaksanakan kegiatan bisnisnya. Wujud nyata dalam AMDAL ini tercermin dalam pelaksanaannya mengolah limbah industri sehingga limbah tersebut tidak menggangu lingkungan.
  • Penerapan Prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3 )
Penerapan prinsip K3 telah banyak dilaksanakan pula oleh para pengusaha kita. Seperti kita ketahui bahwa beberapa perusahaan telah memperoleh penghargaan yang berupa “ ZERO ACCIDENT ”. Perusahaan yang memperoleh penghargaan ini berarti telah menjalankan proses produksinya sedemikian lama tanpa mengalami kecelakaan kerja bagi karyawannya. Guna melaksanakan praktik K3 memerlukan banyak peralatan pelindung bagi para pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya baik berupa topi pengaman , masker , maupun berupa pakaian kerja khusus dan sebagainya.
  • Perkebunan Inti Rakyat ( PIR )
Pelaksanaan program pemerintah yang berupa PIR dimana dalam hal ini Perusahaan Besar yang biasanya adalah milik Negara akan menjadi motor penggerak pembangunan perusahaan masyarakat disekitarnya yang merupakan plasma. Perusahaan masyarakat yang merupakan plasmanya akan mendukung kelancaran pemasokan bahan baku bagi perusahaan besar milik Negara sehingga dengan system ini akan saling membantu antara perusahaan besar dengan perusahaan masyarakat yang umumnya kecil. Dengan demikian maka pembangunan bangsa akan berjalan secara seimbang dan saling menopang.
  • Sistem Bapak Angkat dan Anak Angkat
Pelaksanaan system ini juga banyak membantu kelancaran proses pembangunan bangsa serta keterkaitan industri maupun keterkaitan kepentingan masyarakat banyak. Praktik tersebut sangat mudah dilaksanakan karena diperlukan kesadaran yang tinggi dari pengusaha besar yang harus bersedia membantu perkembangan pengusaha kecil yang sering banyak menimbulkan persoalan bagi pegusaha besar yang menjadi bapak angkat.

Sumber :

9.MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN

Peran dan tanggung jawab manajer keuangan

Kesuksesan suatu perusahaan dipengaruhi oleh kemampuan manajer keuangan untuk beradaptasi terhadap perubahan , meningkatkan dana perusahaan sehingga kebutuhan perusahaan dapat terpenuhi , investasi dalam aset - aset perusahaan dan kemampuan mengelolanya secara bijaksana.Apabila perusahaannya dapat dikembangkan dengan baik oleh manajer keuangan , maka pada gilirannya kondisi perekonomian secara keseluruhan juga menjadi lebih baik. Jadi , melalui investasi , pembelanjaan dan pengelolaan aset - aset secara efisien , manajer keuangan memberi sumbangan terhadap pertumbuhan kekayaan perusahaan dan pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.

Tanggung jawab manajer keuangan yaitu :
  • Peramalan dan perencanaan keuangan
  • Keputusan besar dalam investasi dan pembiayaan
  • Pengkoordinasikan dan pengendalian
  • Interaksi dengan pasar modal
Penganggaran modal

Istilah penganggaran modal digunakan untuk melukiskan tindakan perencanaan dan pembelanjaan pengeluaran modal , seperti untuk pembelian equipment baru untuk memperkenalkan produk baru , dan untuk memodernisasi fasilitas pabrik.Penganggaran dapat dikatakan sebagai konsep investasi , sebab penganggaran modal melibatkan suatu pengikatan ( penanaman ) dana di masa sekarang dengan harapan memperoleh keuntungan yang dikehendaki di masa mendatang.

Penggolongan investasi aktiva tetap dan pemilihan alternatif

Tersedia berbagai cara penggolongan usulan investasi dalam aktiva tetap yaitu :
  • Investasi penggantian
Pada umumnya , keputusan mengenai investasi penggantian adalah yang paling sederhana. Dalam hal ini suatu aktiva yang sudah obsolete harus diganti dengan aktiva baru bila produksi akan tetap dilanjutkan.
  • Investasi penambahan kapasitas
Misalnya usulan penambahan jumlah mesin atau pembukaan pabrik baru. Investasi ini sering juga bersifat investasi penggantian , contohnya mesin yang sudah tua dan tidak efisien akan diganti dengan mesin baru yang lebih besar kapasitasnya dan lebih efisien.
  • Investasi penambahan jenis produk baru
Investasi ini mempunyai tingkat kepastian yang besar karena menyangkut produk baru disamping produk yang telah diproduksi.
  • Investasi lain - lain
Investasi yang termasuk dalam golongan ini adalah usulan investasi yang tidak termasuk dalam ketiga golongan diatas , misalnya investasi untuk pemasangan alat pemanas , alat pendingin dan lain - lain.

Arus kas

Arus kas terdiri dari dua jenis yaitu incremental cash flow dan conventional cash flow. Incremental cash flow adalah arus kas yang langsung berhubungan dengan investasinya. Incremental cash flow dibagi menjadi dua yaitu cash inflow / pendapatan dan cash outflow / pengeluaran. Conventional cash flow adalah arus kas yang tidak langsung berhubungan dengan investasinya.

Metode - metode penilaian investasi

Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menilai suatu investasi yaitu :
  • Metode Average Rate of Return
Metode ini mengukur berapa tingkat keuntungan rata - rata yang diperoleh dari suatu investasi. Angka yang dipergunakan adalah laba setelah pajak dibandingkan dengan total average investment. Hasil yang diperoleh dinyatakan dalam persentase. Angka ini kemudian diperbandingkan tingkat keuntungan yang diisyaratkan , maka proyek dikatakan menguntungkan , apa bila lebih kecil daripada tingkat keuntungan yang diisyaratkan proyek ditolak.

Rumus :

Rata - rata kembalian investasi = Laba sesudah pajak / rata - rata investasi =....%

Contoh soal :

Untuk melaksanakan suatu proyek diperlukan investasi mula - mula adalah Rp 10.000 , diperkirakan 10 thn , tanpa nilai residu pada akhir tahun ke sepuluh. Diperkirakan setiap tahun akan dapat diperoleh kas masuk rata - rata sebesar Rp 2.500.000 .

Tarif kembalian investasi :

Rp ( 4.000.000 - 2.500.000 ) - ( 10.000.000 / 10 ) / Rp 10.000.000 = 5 %


  • Metode Payback Period atau masa pengembalian investasi
Metode ini mencoba mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali. Karena itu satuan hasilnya bukan persentase , tapi satuan waktu. Kalau periode payback ini lebih pendek daripada yang diisyaratkan , maka proyek dikatakan menguntungkan , sedangkan kalau lebih lama proyek ditolak.

Contoh perhitungan dalam metode payback :

Apabila cash flow dari proyek investasi sama setiap tahun :

Payback period = initial investment x 1 tahun

Contoh:

Ketika ada usulan proyek investasi dengan dana Rp. 300 juta ( initial investment ) dan ditargetkan penerimaan dana investasi setiap tahunnya Rp. 60 juta ( cash flow ) serta ada syarat periode pengembalian investasi 4 tahun , berapa payback periodnya ? Payback periodnya adalah 300 juta dibagi 60 juta dikali satu tahun sama dengan 5 tahun. Ternyata payback period melebihi periode yang disyaratkan maka usulan proyek investasi ini ditolak.


Apabila cash flow dari proyek investasi berbeda setiap tahun :

Payback period = n + a - b / c - b x 1 tahun

Keterangan :

n = tahun terakhir dimana cash flow masih belum bisa menutupi initial investment
a = jumlah initial investment
b= jumlah cumulative cash flow pada tahun ke-n
c = jumlah cumulative cash flow pada tahun ke- n +1

Contoh :

Ketika ada usulan proyek investasi dengan dana Rp. 500 juta ( initial investment ) dan ditargetkan penerimaan dana investasi ( cash flow ) berbeda setiap tahun. Katakanlah tahun ke-1 cash flownya Rp. 250 juta , tahun ke-2 Rp. 200 juta , tahun ke-3 Rp. 150 juta, tahun ke-4 Rp. 100 juta. Syarat periode pengembalian investasi 4 tahun , berapakah payback periodnya ?

Dari tabel diatas investasi Rp. 600 juta terletak di cumulative cash flow ke 3.

Payback periodnya
= 2 + Rp. 500 juta – Rp. 450 juta / Rp.600 juta – Rp. 450 juta x 1 tahun
= 2,33 tahun atau 2 tahun 4 bulan

Payback periodnya kurang dari syarat periode pengembalian perusahaan sehingga usulan proyek investasinya diterima.

  • Metode Net Present Value
Metode ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan - penerimaan kas bersih ( operasional maupun terminal cash flow ) dimasa yang akan datang. Untuk menghitung nilai sekarang tersebut perlu ditentukan terlebih dahulu tingakat bunga yang dianggap relevan. Apabila nilai sekarang penerimaan kas - kas bersih dimasa yang akan datang lebih besar daripada nilai sekarang investasi , maka proyek ini dikatakan menguntungkan sehingga diterima. Sedangkan apabila nilainya kecil ( NPV negatif ) , proyek ditolak karena tidak menguntungkan.

NPV = present value dari arus kas operasi - pengeluaran kas neto awal

  • Metode Profitability Index
Metode ini menghitung perbandingan antara nilai sekarang penerimaan - penerimaan kas bersih di masa datang dengan nilai sekarang investasi. Kalau Profitability index lebih besar dari I , maka proyek dikatakan menguntungkan , tetapi kalau kurang dikatakan tidak menguntungkan. Sebagaimana metode NPV , maka metode ini perlu menentukan terlebih dahulu tingkat bunga yang akan dipergunakan.
  • Metode Internal Rate of Return
Metode ini menghitung tingkat bunga yang manyamakan nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan - penerimaan kas bersih di masa - masa mendatang. Apabila tingkat bunga ini lebih besar daripada tingkat bunga relevan ( tingkat bunga yang diisyaratkan ) , maka investasi dikatakan menguntungkan , kalau lebih kecil dikatakan merugikan.

Perencanaan Keuangan

Rencana keuangan adalah rencana usaha untuk mencapai posisi keuangan yang dicari di masa yang akan datang.

  • Mengapa perusahaan membutuhkan dana
Setiap perusahaan membutuhkan dana untuk tetap beroperasi , karena kegagalan dalam membayar pemasok dapat membuat bangkrutnya usaha. Manajer harus dapat membedakan dua jenis pengeluaran :

Pengeluaran jangka pendek

Pengeluaran jangka pendek adalah pengeluaran yang muncul dalam aktivitas bisnis sehari - hari.
Pengeluaran jangka pendek meliputi dana yang ditanamkan dalam persediaan ( baik persediaan bahan baku , barang dalam proses , maupun barang jadi ) , pengeluaran untuk pembayaran upah dan gaji karyawan , serta biaya operasi lainnya.

Pengeluaran jangka panjang

Sebagai tambahan untuk memenuhi kebutuhan dana bagi pengeluaran operasionalnya , perusahaan juga membutuhkan dana untuk membiayai pengeluran aktiva tetap. Aktiva tetap adalah aktiva yang memiliki nilai dan masa pemakaian yang panjang. Sebagai contoh aktiva tetap adalah investasi tanah , gedung , dan pembelian mesin - mesin.

  • Pembiayaan perusahaan
Untuk memenuhi kebutuhan akan pengeluaran jangka pendek maupun jangka panjang , perusahaan membutuhkan dana yang tidak saja dapat dipenuhi oleh kemampuan modal awal dari pemilik serta kemempuannya dalam menghasilkan laba , tetapi juga dana dari luar perusahaan seiring dengan perkembangan kemajuan usahanya.

Sumber dana jangka pendek meliputi :
  1. Utang dagang
  2. Pinjaman bank jangka pendek dengan jaminan
  3. Letter of credit
  4. Commercial paper
  5. Factoring
Sumber dana jangka panjang diperoleh dari :
  1. Pembiayaan melalui utang
  2. Pembiayaan dengan modal sendiri
Sumber :